Pengalaman Membuat E-Paspor

Pengalaman membuat e-paspor, sekalian ganti dari paspor biasa ke paspor elektronik (e-paspor). Untuk persiapan Oktober nanti ke Jepang, ngurus visanya lebih mudah e-paspor ketimbang paspor biasa.

catatan: cerita pengalaman membuat e-paspor ini pada tanggal 03 Mei 2018.

Langkah-langkahnya sedikit berbeda dengan membuat paspor sebelumnya. Di tahun 2014 gw masih harus berangkat subuh gelap ke kantor imigrasi di Kota supaya dapat jatah.

Nah, sekarang jatah antriannya sudah diatur sistem secara online, jadi gak perlu lagi bentol-bentol (kantor imigrasi di Kota Tua kalo pagi subuh banyak nyamuk).

Berikut langkah-langkahnya:

1. Penuhi Syarat-syarat Membuat E-Paspor

Syarat-syarat dan cara membuat e-paspor sama dengan paspor biasa. Hanya saja, menurut berita di kompas.com: Ganti paspor cukup lampirkan e-ktp dan paspor lama, maka seharusnya ngurus paspor gw tidak repot, karena kondisi gw sesuai dengan yang di berita:

  1. Punya E-KTP
  2. Paspornya terbit diatas tahun 2009 (punya gw 2014)

Dan benar adanya, saat gw mengurus e-paspor ini tanggal 03 Mei 2018, saat pemeriksaan berkas, petugas hanya meminta paspor lama dan e-ktp, fotokopinya juga dalam bentuk A4 tanpa dipotong.

Ada juga syarat lain yakni Surat Pernyataan Permohonan Paspor, beli ama materainya di tukang fotokopi imigrasi, total Rp 8.000.

2. Memilih tanggal antrian kantor imigrasi untuk membuat e-paspor

Sebelum ke kantor imigrasi, kita pertama-tama harus memilih tanggal antrian, melalui dua cara, download aplikasi Android, atau lewat website.

Bikin ID dulu, masukin email, nama, nomor KTP, username. Lalu kalau di Android nyalakan modul GPS agar app nya bisa mendeteksi kantor imigrasi terdekat.

Perjuangan Memilih Tanggal Antrian

“Keseruan” datang pagi berebut jatah antrian paspor itu pindah kesini. Sekarang susahnya adalah mendapatkan antrian, gw bolak-balik refresh halaman pemilihan tanggal supaya dapat.

Biasanya yang lewat website lebih cepat update tanggal antriannya. Karena KTP gw Jakarta Barat, jadinya ngurus di kantor imigrasi Jakarta Barat, tapi apa daya, ini pemandangan yang gw dapat:

Kalau lewat website, bisa dilihat tanggalannya putih artinya habis. Cuma bisa berharap ada yang ngebatalin antriannya, atau nunggu jam 00.00 malam.

Then, miracle happened.

Setelah tekan F5 terus-terusan, tepat pada tanggal 03 Mei 2018 tersedia jatahnya. Langsung saja gw pesan.

screenshot bukti registrasi antrian paspor
Screenshot bukti registrasi antrian paspor

Tunjukkan bukti registrasi antrian paspor ini ke satpamnya untuk mendapatkan nomor antrian.

3. Datang ke kantor imigrasi

Langkah berikutnya datang ke kantor imigrasi. Gw datang jam 08.00, padahal jadwalnya jam 11.00. Karena baru pertama dan agak ragu-ragu jadi gw datang pagi-pagi. Tapi kemudian satpam bilang:

“pembagian nomor dilakukan paling cepat 30 menit sebelum jadwal”

Jadinya gw nunggu dulu 2 jam. Mampir ke Indomaret depan museum Fatahillah, karena di seputaran Kota sudah bersih dari PKL, jadi gak ada jajanan lagi.

Tepat jam 10.15 satpam mengumpulkan para pemohon paspor jam 11.00. Dibagikan ini:

nomor antrian
Perjuangan berebut tanggal demi memperoleh kertas secuil ini

Isi formulir, siapkan fotokopi E-KTP dan paspor lama nya, gw sudah siapkan ijasah, akte, KK, sampai surat keterangan dari kantor. Untuk berjaga-jaga saja kalau berita tadi tidak benar.

4. Penyerahan berkas persyaratan di kantor imigrasi

Pada saat pemeriksaan berkas, ternyata benar, gw hanya diminta menunjukkan E-KTP dan Paspor lama. diberi map warna biru, dapet nomor antrian 097.

5. Wawancara di kantor imigrasi

Gak lama kemudian gw dipanggil. Sedikit senda gurau, wawancara santai, lalu ditanya mau jenis paspor biasa atau elektronik. Lalu diambil foto dan finger print 5 jari tangan kanan kiri. Data bentuk wajah dan sidik jari ini akan menjadi identitas biometrik di paspor elektronik nanti.

6. Bayar biaya pembuatan e-paspor

Setelah selesai gw menerima tanda bukti permohonan paspor, lengkap dengan nominal yang harus dibayar, yakni Rp 655.000.

Kalau dulu gw mesti ke kantor BRI terdekat untuk bayar, sekarang di parkiran imigrasi Jakarta Barat ada ini:

Bayar biaya permohonan paspor lewat mobil PT POS yang parkir di halaman kantor imigrasi

Bahkan melalui PT POS ini bisa mengirim paspor kalau sudah jadi langsung ke alamat kita. Sayangnya gw tadi tidak minta dikirim, jadinya gw harus balik ke imigrasi 3 minggu dari sekarang.

Cukup lama ya? Menurut yang wawancara gw sih, dia bilang kalau E-Paspor lebih lama dibanding paspor biasa. Cukup masuk akal karena pakai chip, mungkin lama di pembuatan chipnya, atau ada satu lain hal di belakang sana, gw tidak tahu.

6. Ambil e-paspor di imigrasi

Anyway, permohonan paspor selesai, tinggal menerima paspor, lalu mengurus visa Jepang.

Update: dalam jangka waktu 2 minggu setelahnya, paspor gw dinyatakan siap, gw pun diwakilkan ibu untuk pengambilan e-paspor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.