Berburu Koleksi Diecast di Akihabara

Tanggal 27 Oktober 2018, merupakan hari terakhir kami bisa berbelanja. Dan ini pula saatnya gw bisa “menghabiskan” sisa uang Yen untuk beli diecast di Akihabara. Tapi sebelum itu, isi bahan bakar dulu di Coco Ichibanya. Berikut ini beberapa tempat gw berburu diecast di Akihabara.

Sebelum hunting, Curry House Ichibanya

tampak depan coco ichibanya akihabara
Logo Halal memastikan restoran ini menggunakan bahan-bahan Halal, Insya Allah.

Curry House Coco Ichibanya ini adalah restoran dengan menu kari yang terkenal di Jepang, di Indonesia juga banyak cabangnya. Nah, gw sama teman gw coba yang di Akihabara ini.

Ini mungkin satu-satunya restoran Halal yang gw kunjungi di Jepang. Selebihnya, gw makan di restoran biasa tapi senantiasa memilih menu makanan laut atau beef, tanpa minum bir atau sake, dan sejenisnya. Sebenarnya tidak sulit menemukan menu halal, hanya saja bagi yang saklek, ada baiknya mencatat dulu restoran-restoran halal sebelum ke Jepang.

Usai makan, rasanya seperti isi bensin full-tank, alias kenyang! Artinya gw punya cadangan energi yang cukup untuk keliling akihabara seharian. Gw dan teman-teman gw pisah party untuk eksplor sendiri-sendiri.

Tujuan gw hari ini hanya satu: eli diecast mobil 1:18 BMW buat dipajang di meja kantor.

Browsing koleksi diecast Tamtam Hobby Shop

Setelah googling, gw menemukan sejumlah toko diecast rekomendasi di Akihabara. Toko pertama yang gw kunjungi adalah Tamtam Hobby Shop. Lokasinya persis di persimpangan jalan besar di Akihabara, gw langsung menuju lantai 6 untuk diecast dan mainan airsoftgun.

Sebelum melihat-lihat diecast, gw pengen coba megang airsoftgun full metal disini. Tentu saja, semua airsoftgunnya dimasukkan kedalam lemari kaca, perlu izin dengan penjaga toko kalau ingin lihat-lihat. Dengan sedikit bahasa jepang, gw minta izin, juga sekalian izin mengambil gambar.

Ada 1 diecast yang menarik perhatian gw, yakni BMW E30 Estate 1:18 merek Otto. Harganya 14.000 yen alias Rp 1.764.000. Selain model estate, gw sempat melihat juga E30 coupe berwarna merah, namun harganya dua kali lipat, alias 30.000 yen!

Keputusan gw menimang E30 Estate sudah 70%, tapi sebelum 100%, gw ingin keliling ke tempat lain dulu.

Koleksi diecast Liberty Akihabara

tampak depan liberty shop akihabara

Toko kedua yang gw kunjungi adalah Liberty Akihabara, lokasinya tidak jauh dari Tamtam Hobby Shop. Di lantai 1 toko ini tempat mobil-mobilan, sementara di lantai 2 untuk kereta dan yang lainnya.

Disini gw melihat diecast Ferrari Testarossa seharga 14000 yen yang bannya bisa belok, pintu bisa dibuka, dan ada suspensinya. Tapi sayangnya, kualitas catnya tidak bagus, dan gw tidak terlalu suka mobil sport “mainstream” yang sering dijadikan pajangan.

Setelah berbagai pertimbangan, dan karena waktu juga semakin sore, akhirnya gw kembali ke Tamtam Hobby Shop, untuk membeli BMW E30 Estate yang gw taksir beberapa saat yang lalu.

diecast otto bmw e30 estate tamtam hobby shop
Setelah berbagai pertimbangan, gw ambil E30 ini, klasik, simpel, dan gaya eropa favorit gw.

Ameyoko Market

Setelah puas menenteng diecast yang cukup langka di Indonesia, gw menuju Ameyoko Market. Pasar tradisional ini ibarat “pasar baru”nya Jakarta, beragam komoditas dari makanan, sandang, oleh-oleh, hingga toko mainan airsoftgun pun ada disini. Setelah minta izin foto-foto, gw diperbolehkan mengambil beberapa gambar, tapi untuk grepe-grepe, sama sekali tidak diperbolehkan.

Disebelahnya ada toko pemantik api. Gw beli Zippo Lighter dengan seni ukir ukiyo-e yang terpatri di badan lighter, harga sekitar 3000 yen atau kurang lebih 400.000 rupiah, sebagai oleh-oleh untuk Bapak.

Hari sudah semakin gelap, eksplorasi di Ameyoko sebenarnya jauh dari kata puas, masih banyak toko oleh-oleh dan tempat makan disini yang worth untuk di eksplor, tapi gw sudah harus berkumpul dengan teman-teman di stasiun Akihabara, untuk selanjutnya menuju ke Square Enix cafe di Shinjuku.

Selebihnya di perjalanan gw di jepang selama 9 hari.

I love writing a story, or a code.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.