“Penyerbuan” ke Osaka Castle

Osaka castle adalah istana peninggalan Toyotomi Hideyoshi sebelum jatuh ke tangan clan Tokugawa. Osaka Castle yang terletak di tengah kota ini tidak tertinggal oleh jaman. Sebagai penanda bahwa bangsa Jepang tidak pernah melupakan kejayaannya di masa lampau.

Kami ber-5 memulai “serbuan” ke Osaka Castle di siang hari, mengetahui musuh pasti sedang sibuk melayani wisatawan, tanpa menyadari Kami sedang berbaur ditengah-tengah mereka.

rute serangan ke osaka castle
Rute “serangan” kami ke Osaka Castle, cuaca berawan memaksa kami mempercepat jalannya serangan sebelum hujan air membubarkan formasi tempur.

Serangan ke Osaka Castle

Kami memulai infiltrasi ke Osaka Castle dari Tenggara, turun dari stasiun Morinomiya, kami menenteng koper berat isi perlengkapan tempur sampai ke stasiun mobil gandeng di dekat air mancur.

Disini kami berhasil mengamankan kendaraan tempur milik musuh yang ditebus dengan harga 500 Yen.

naik mobil gandeng di osaka castle
Naik mobil gandeng di osaka castle.

Rute mobil gandengnya persis dengan yang gw gambar di peta, ini adalah jalur infiltrasi kami, jalanannya sepi, hanya melihat 1-2 orang sedang jogging di pelataran istana. Kami sepertinya berhasil mengelabui musuh!

Gokurakubashi Bridge di Osaka Castle

Mobil gandeng kami berhenti di jembatan Gokurakubashi. Darisini kami harus mengendap-ngendap berjalan kaki menembus gerbang Yamazatomon.

Sesuai strategi, Kami masuk dari tempat yang tidak disangka-sangka, tidak ada penjagaan sama sekali dan Kami masuk dengan lenggang!

yamazatoguchimon gate, osaka castle
Kami berhasil menyusup lewat jalan belakang Osaka Castle.

“Penyerbuan” ke Osaka Castle yang berhasil!

Kami tiba di pelataran dalam Osaka Castle tanpa perlawanan berarti. Sayangnya, disini tidak sempat masuk kedalam karena dikejar awan hujan yang kapanpun dapat menjatuhkan “bom” air dari langit, juga sore ini Kami harus berangkat ke Fushimi Inari di Kyoto.

Lokasi eksfiltrasi kami adalah di stasiun Morinomiya, artinya titik keberangkatan kami. Dengan kendaraan yang sama, tetapi petugas yang mengantar kami kali ini sedikit judes. Pasang muka “sewa koper kek, kere amat”.

didepan osaka castle
Didepan Osaka Castle, tidak sempat masuk.

Akhir cerita, inilah akhir dari perjalanan kami di Osaka. Memang sangat terlalu singkat, sorenya sudah harus ke Kyoto. Karena jam 23.00 kami akan kembali ke Tokyo dengan bus malam Willer Express.

Tapi di Kyoto ada kisah senang dan pilu yang membekas di Kami, membuat gw merasa “dendam” karena “serangan” ke Osaka Castle yang terlalu lama, sehingga tidak banyak waktu tersisa di Kyoto.

Selebihnya di perjalanan gw selama 9 hari di Jepang.

I can write a story with 5 language: Indonesian, English, HTML, CSS, and Javascript.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.