tampak depan, grille bmw e30

Semua Tentang BMW E30 di Indonesia

BMW E30 merupakan sedan kompak seri 3 BMW yang mulai berkeliaran di Indonesia pada tahun 1986, dikenal sebagai BMW 318i, banyak orang menyebutnya sebagai E30 M10 dan E30 M40 saja.

Bagi sebagian penggemar BMW di Indonesia, E30 disebut cocok menjadi mobil perdana bagi mereka yang ingin mencicipi mobil-mobil berlogo “roundel” yang dicap sebagai “The Ultimate Driving Machine“.

Berbeda dengan mobil Jepang sekelasnya, citarasa sedan Bavaria ini didesain untuk memuaskan pengemudinya (karena memang sudah menjadi identitas BMW) dan bukan penumpangnya. Terlihat dari posisi dashboard-nya yang miring ke arah pengemudi agar lebih mudah dijangkau (tren ini dimulai dari BMW E21), ditambah lagi dengan penggerak roda belakang, sehingga populer untuk drift dan rally.

Mobil ini sempat tren menjadi mobil beken pada jamannya, bahkan diangkat didalam film “Catatan si Boy” yang tokoh utamanya mengendarai BMW E30. Pada era akhir 80’an mobil ini juga menjadi ikon sosialita bagi kaum borjuis.

Sebelumnya, tidak, gw belum punya mobil ini, E30 masih menjadi salah satu mobil idaman gw. Selagi mempelajari seluk-beluk E30 dari berbagai sumber di internet, gw kompilasikan semua hal-hal yang perlu diperhatikan tentang BMW seri 3 di halaman ini.

Model BMW E30 di Indonesia

BMW E30 yang banyak beredar di Indonesia adalah seri 318i sedan 4 pintu. Mobil ini juga menjadi perintis mobil rakitan BMW di Indonesia. Dikirim dari Jerman dalam bentuk Completely Knocked Down, kemudian dirakit oleh PT Gaya Motor di Sunter.

Dari model BMW 318i ini terdapat dua versi:

  • Versi pre-facelift dengan mesin M10B18,
  • kemudian versi facelift dengan mesin M40B18.

Perbedaan mencolok E30 sebelum dan sesudah facelift dari segi bodi adalah sebagai berikut:

pre-facelift facelift
Bumper berbahan logam, lebih panjang. (US style) Bumper berbahan plastik.
Lampu depan keduanya masih reflektor. Lampu depan sebelah pinggir memakai proyektor, terdapat lampu bumper dibawah lampu sein.
Lampu mundur belakang bentuknya vertikal Lampu mundur horizontal

Secara umum, E30 pre-facelift dengan facelift tidak banyak perbedaan, kesamaannya adalah sebagai berikut:

  • Mesin inline-4 SOHC 8 katup, blok mesin besi, kepala silinder aluminium
  • Ban 195/65/R14, rim “bottle caps”. Pilihan ukuran lainnya bisa dilihat disini.
  • Transmisi manual 5-speed, Getrag 240
  • Rem depan disc, belakang tromol, dilengkapi ABS
  • Bobot mobil sekitar 1090kg

BMW E30 pre-facelift

E30 sebelum facelift ini dilengkapi dengan mesin M10 (diproduksi pada tahun 1962–1988) berkapasitas 1800cc dengan spesifikasi:

  • Tenaga 77 kW (105 hp) di 5800 rpm dengan torsi 145 N⋅m di 4500 rpm
  • Timing Chain
  • ECU Bosch L-Jetronic (no seri: 0 260 200 002)
  • Pengapian secara mekanikal

Sekilas sejarah, mesin M10 ini menjadi pencetus mesin modern milik BMW. Pada tahun 1960, Jerman yang sudah mulai pulih perekonomiannya pasca kalah perang dunia ke-2 mulai mencari mobil baru yang lebih besar dan berkualitas.

BMW yang pada saat itu mengukuhkan diri sebagai produsen mobil sport hendak mengincar masyarakat jerman kelas menengah yang menginginkan mobil yang lebih besar dari BMW 700. Alhasil, lahirlah Neue Klasse, dan mesin M10 yang digunakan pada waktu itu namanya masih M115, M116, dan M118.

Bagi sebagian orang, terutama tuner dan pebalap, mesin M10 ini digemari karena lebih mudah untuk dimodifikasi dibanding penerusnya M40. Bahkan engine block M10 ini sempat dikembangkan untuk mesin Formula 1, dengan kode M12/M13 pada tahun 1986 dan menghasilkan tenaga hingga lebih dari 1000HP dengan bantuan turbo.

Kelemahan dari M10 untuk dipakai harian dalam keadaan standar adalah sedikit lebih boros dibanding M40, dan tenaga tidak sekuat M40. Makanya biasanya owner M10 yang tahu potensi mesinnya, bakal “gatal” untuk dimodif demi tenaga ekstra.

Tapi yang gw temuin, lebih banyak yang memilih swap engine, karena mengubah blok mesin dengan menaikkan displacement punya resiko gagal dan merusak mesin. Sementara swap engine lebih aman karena tidak ada perubahan di blok mesin itu sendiri.

BMW E30 facelift

E30 setelah facelift dilengkapi dengan mesin M40 (diproduksi pada tahun 1987–1994), sama-sama berkapasitas 1800cc, dengan spek:

  • Tenaga 83 kW (111 hp) di 5,500 rpm dengan torsi 162 N⋅m di 4,250 rpm
  • Timing Belt
  • ECU Bosch Motronic 1.3, (no seri: 0 261 200 157)
  • Pengapian diatur ECU

Mesin M40 ini merupakan penerus M10, didesain sebagai base model semua mesin 4 silinder segaris 1800cc BMW kedepannya yang dimana mindset utamanya adalah kompak dan irit BBM. Maka dari itu, M40 ini tidak se-fleksibel M10 untuk urusan modifikasi, agak sulit untuk bore up karena mesinnya memang kecil.

Karenanya, kebanyakan yang gw temuin, owner E30 M40 yang ingin ekstra power biasanya swap ke M43, atau ke straight six BMW lainnya yang lebih bertenaga.

Dari segi perawatan, beberapa bagian dari mesin M40 ini sudah diatur secara elektronik, artinya repotnya ada di sensor-sensor. Salah satu kontroversi dari M40 ini adalah timing belt yang berbahan karet, makanya di mesin M42 balik pakai chain karena jauh lebih awet.

Tips sebelum membeli BMW E30

Berhubung E30 umurnya sudah mencapai 30 tahun, maka sebelum membeli E30, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil BMW seri-3 ini. Syukur-syukur service record-nya lengkap. Bila tidak, siap-siap interogasi pemilik sebelumnya.

Mobil-mobil hasil racikan german engineering terkenal dengan teknologinya yang lebih maju (BMW salah satunya) dibanding mobil Jepang pada jamannya. Maka dari itu, perlu perhatian lebih untuk memeriksa keadaan mobil. Ada baiknya juga untuk mengajak rekan yang sudah paham BMW E30 ketika memeriksa kondisi mobil.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dari yang paling mudah hingga yang paling sulit ketika menginspeksi BMW E30:

Eksterior

Karat dan keropos adalah penyakit utama semua besi, apalagi yang sudah berumur, nah bagian BMW E30 yang rawan karatan adalah:

  • kolong mobil, dek/lantai, buka karpetnya dulu
  • rumah ban
  • lampu pelat nomor polisi belakang
  • bagian bawah kaca depan, saluran-saluran air
  • tatakan aki
  • baki ban cadangan di bagasi

Kaca, baik depan, belakang dan samping, kaca orisinil terdapat logo BMW.

Bumper depan orisinil memiliki nomor seri, bisa dilihat di rumah roda depan.

Foglamp asli berbahan kaca beling, khas pada tahun segitu.

Interior

Bagian interior khas mobil eropa, dengan harga krental-krentil aksesorisnya lebih mahal dibanding mobil jepang, perhatikan kelengkapan dan kondisinya:

  • Dashboard apakah mulus atau sudah ada yang retak/getas
  • Setir M-Tech termasuk barang mahal
  • Jok yang berbahan fabric sering sudah sobek
  • Plafon mobil apakah sudah turun/ambles.
  • Lampu rem atau third brake lamp dijendela belakang
  • Senter laci biasanya sudah pada hilang

Perhatikan karet seal pada pintu-pintu apakah sudah retas atau masih elastis.

AC yang kurang dingin biasanya disebabkan oleh evaporator yang kotor, atau kehabisan freon. Cek tombol kompresor dan mode sirkulasi dalam.

Kerai kaca belakang masih bisa di naik-turunkan (manual, belum elektronik).

Radio tape orisinil mungkin sudah tidak desirable karena tidak ada slot USB dan jack 3.5mm. Cek juga apakah masih ada stik equalizer cobra” Blaupunkt, ini termasuk aksesoris langka.

Di bagasi terdapat kompartemen yang berisi toolbox asli E30, dongkrak orisinil dan lain-lain, cek apakah masih lengkap.

Dek dashboard apakah masih asli, kebanyakan sudah diganti dengan replika berbahan karbon fiber.

Mesin

Bila mobil sudah dinyalakan, perhatikan getaran-getaran mesin pada saat start dan idling, apakah berlebihan atau normal, ajak expert yang bisa mendeteksi masalah dari getaran mesin. Biasanya sumber masalahnya ada di cam, rocker arm, hva (hydraulic valve adjuster) atau di engine mounting. Bila memutuskan untuk turun mesin, ini bagian-bagian yang sekalian saja diganti selagi mesinnya dibongkar.

Untuk membuka kap mesin, karena ini mobil aslinya adalah setir kiri, jadinya bukaan kap mesin ada di dasbor penumpang depan.

Oli mesin merembes atau menetes, biasanya disebabkan oleh sealgasketpacking yang sudah berumur. Selain oli, cek minyak-minyak seperti rem dan power steering.

Cooling system, waspada bila jarum temperatur berada lebih dari setengah atau hanya 1/4 setelah mobil menyala beberapa saat, cek termostat dan visco fan, juga radiator dan reservoir air. Tetesan air di bagian depan mobil adalah tanda adanya kebocoran.

Mesin yang pernah mengalami overheat perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan retak rambut atau bahkan bengkok.

Karet selang bensin yang non-orisinil menggunakan karet matang, rawan getas terkena panas di ruang mesin, usahakan cari yang orisinil BMW yang berbahan karet mentah, lebih awet.

Perhatikan sensor-sensor elektronik seperti, maf (mass air flow), icv (idle-control valve), tps (throttle position sensor). Salah satu indikator masalah disini adalah RPM idling yang tidak stabil, atau tenaga mesin yang terasa loyo.

Belt pada M40 yang berbahan karet idealnya berumur 3 tahun atau 30.000km, sementara chain pada M10 berumur 100.000km.

Bila ada permasalahan pada mesin, gunakan engine troubleshoot untuk membantu mencari akar permasalahan.

Drivetrain

Pastikan kopel dan gardan tidak mengeluarkan bunyi aneh karena bagian ini cukup mahal penggantiannya.

Berhubung 318i yang beredar umumnya bertransmisi manual, maka bisa sedikit bernapas lega untuk perawatannya. Namun tetap cek, terutama bila gigi susah masuk atau terasa kasar.

Kopling BMW E30 terkenal agak keras dibanding mobil Jepang.

Kaki-kaki

Bushing yang sudah berumur pada suspensi bisa berpengaruh pada kualitas handling, dan mengeluarkan bunyi-bunyian khas.

Elektronik

Relay didalam fusebox apakah masih orisinil atau sudah ada yang di jumperWire harness juga rawan getas karetnya karena termakan usia. Diagram perkabelannya bisa dilihat disini.

Power window cek apakah masih oke, lampu switch jendela akan menyala bila mobil dinyalakan, yang sering bermasalah di jendela belakang, penyebabnya biasanya di motornya yang mulai rusak.

Antena radio di bagasi menggunakan motor, rawan rusak. Antena ini naik otomatis ketika radio dinyalakan.

Panel instrumen BMW E30 yang bertenaga baterai ini memiliki belasan lampu indikator yang menandakan kondisi mobil. Salah satunya adalah inspection lights yang pada masanya termasuk inovatif. Indikator akan meminta pemilik untuk menyervis mobilnya bila menyala. Karena bertenaga baterai, bisa menjadi sumber masalah juga bila baterainya habis.

Inspection lights ini juga sayangnya tidak bisa mendeteksi apakah mobil sudah diservis atau belum, biasanya memang pemilik pasti kalau servis dibawa ke bengkel BMW dan disana di-reset secara manual.

Kemudian ada LED indikator penggantian oli yang bentuknya seperti ini: ▇ ▇ ▇ ▇ ▇ . Bila yang menyala tinggal warna kuning saja, maka sudah saatnya ganti oli. Indikator ini juga separuh pintar, dia bisa menilai kondisi oli dari memeriksa suhu mesin dan jarak tempuh, tetapi tidak bisa mendeteksi apakah oli sudah pernah diganti atau belum.

Cek apakah jarum-jarum fuel consumption, tachometer, speedometer, temperatur, dan BBM masih berjalan.

Kemudian, beruntung juga kalau terdapat On-board Computer, posisinya di atas switch temperatur AC disamping radio. Ada versi 6 tombol dan 13 tombol. Ini semacam Multi Information Display di mobil-mobil jaman sekarang, di BMW tahun 90’an sudah punya yang beginian.

Rem

Rem tromol belakang terkenal kurang pakem, namun bisa dikonversi menjadi disc. Bila diinjak terasa keras atau menghambat jalannya mobil, cek booster/master rem.

Papers, please

BPKB, nomor rangka dan bodi di STNK harusnya masih sama dengan yang ada di bodi mobil. Kemudian pajak apakah “tidur” atau rajin dibayar tidap tahun, pajaknya tidak begitu mahal untuk mobil klasik seperti E30 ini.

VIN atau Vehicle Identification Number BMW E30 terdapat di firewall ruang mesin, dibawah wiper pengemudi. Untuk Decodernya silahkan tanya mbah Google.

Di tahun 2020, BMW E30 masih pantas-kah?

Pada tahun 2020, BMW E30 usianya sudah 30 tahun, tidak lagi muda. Dan dengan harga-harga komponen-nya yang semakin langka, keputusan untuk “memiliki sebuah BMW” dan E30 sebagai mobil pertama perlu dipikirkan matang-matang.

Ada beberapa kriteria dimana E30 ini cocok jadi tunggangan:

  • Anda penggemar BMW
  • Anda punya kenalan dengan komunitas BMW dan bengkel rekanan
  • Anda tidak keberatan bolak-balik bengkel (tidak sering juga sih) atau mempelajari seluk-beluk tunggangannya
  • Mobil ini hanya dipakai untuk nongkrong weekend
  • Anda menyadari kalau mobil ini sudah berumur
  • Anda tidak memikirkan orang lain (mobil ini agak sempit)
  • Dan yang terakhir, Anda keras kepala 😀

Kesimpulannya, ibarat orang yang sudah punya penyakit kronis karena usia, terkadang ada saja komponen yang bermasalah, seperti tambal sulam. Biarpun begitu, tetap saja BMW E30 untuk mobil harian sebenarnya masih nyaman dan fun-to-drive. Selama dirawat dengan baik, siap mental dan kantong tentunya, pasti akan terbayar dengan pengalaman berkendara yang istimewa ala BMW E30.

Testimoni beberapa pemilik BMW E30

Beberapa bengkel spesialis BMW

  • Duta Mas
  • K18 Engineering
  • Anugrah BMW
  • Bimmer Auto Works
  • Key Auto (spesialis restorasi)

Info-info tambahan mengenai BMW E30:

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.