Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 1

Sebelumnya di Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 0.5

Transcosmos di Jepang sana adalah perusahaan yang bergerak dibidang Digital Marketing. Di Indonesia sendiri, sudah berdiri semenjak Juni 2013, dan gw bergabung disini pada Desember 2014. Divisi disini ada 2 yakni Digital Marketing dan Call Center, gw join ke Digital Marketing.

Desember 2014

Lantai 5, gedung Sarana Jaya, satu tempat dengan kantor kedutaan Amerika Serikat. Yang setiap harinya untuk masuk gedung harus ngeluarin dompet, hp, ditaruh ke nampan kecil terus dimasukin ke x-ray detector. Sementara orangnya harus melalui Metal detector, kalau bunyi, langsung digrepe-grepe satpam.

Ya, keamanan disini sangat ketat, berhubung kantor kedutaan AS yang cukup rawan diincar pihak-pihak yang antipati terhadap negara adidaya itu. Setiap harinya wara-wiri mobil plat CD yang mengantar-jemput bule-bule karyawan kedutaan, tapi ada juga yang orang indonya sih.

Pada bulan pertama, gw dan comrade lainnya berjumlah sekitar 24 orang, masuk kedalam angkatan ke-8. Disebutnya “batch 8”, kami menjalani latihan front-end programming. Mulai dari desain mockup pakai photoshop hingga coding halamannya pakai dreamweaver.

Sayangnya sekali, pas kuliah dulu tidak ambil peminatan E-Business, karena banyak teori-teori tentang website dan programming web disana. Dan berhubung gw ambil peminatan Business Intelligence pas kuliah, cukup lama gw menyesuaikan diri dengan HTML CSS ini. Perlahan tapi pasti mulai terbiasa.

Paling sulit bagi gw adalah mempelajari Photoshop, Illustrator. Berhubung gw tidak punya minat atau bakat seni, desain-desainnya juga kaku. Maka dari itu, gw fokus di coding HTML CSS mulai saat ini. Kalau dulu pas kuliah cuma ngerti ngebangun halaman web pakai table, sekarang sudah bisa memakai div, lebih luwes, fleksibel, dan praktis.

Ice breaking setiap hari, sesi curhat, hingga kumpul bersama di ruang istirahat di lantai 5 meningkatkan keakraban kami. Dan baru gw sadari, ada 2 teman SMA gw yang gabung disini, dan yang masih benar-benar fresh graduate sepertinya cuma gw, sisanya sudah pernah bekerja di tempat lain.

Januari 2015

Bulan kedua, trial project. Kami dibagi menjadi 4 tim yang masing-masing terdiri dari 6-7 orang. Tugas masing-masing tim yakni menciptakan sebuah toko elektronik online. Waktu yang diberikan adalah 1 bulan. Komposisi tim yakni :

  1. Team leader
  2. Design : 2 orang
  3. Coder : 2 orang
  4. Scheduler : 1 orang

Cukup ringkas, masing-masing mulai membiasakan diri dengan perannya. Gw mulai persiapan latihan html css. Berhubung di minggu-minggu awal yang workloadnya tinggi adalah tim desain, yang tugasnya merancang wireframe hingga mockup. Kami tim coding, disuruh bantu analisis SWOT. Kira-kira apa yang jadi kekuatan, kelemahan, peluang, atau ancaman yang dihadapi apabila toko elektronik ini meluncur.

Minggu ke-2, dimulai coding wireframe. Ya belum ada isinya, tapi setidaknya sudah bisa ditempatkan konten atau komponen-komponen website: header, content, footer, juga harus responsif, 320px untuk smartphone. Kesulitan yang gw hadapi yakni bikin menu drop down, selama ini kalau buka website ada dropdown tinggal klik saja udah beres. Nah sekarang ngerasain dari sisi developer, pembuatannya SUSAH.

Mockup sudah selesai, konten barang-barang elektronik dummy juga sudah ada, tinggal ditempatkan di halaman web. Disini sudah mulai mempelajari penamaan file html, struktur folder web, sampai penamaan versi. Semacam milestone sebuah software, biasanya, versi alpha untuk awal, beta untuk versi siap diluncurkan, hingga 1.0 untuk versi inisial rilis. Tapi untuk sekarang masih stuck di versi 0.4.4 karena seluruh websitenya sendiri belum jadi.

Minggu ke-4, di penghujung, mulai merapikan layout. Ini juga yang paling susah, berkutat di margin, padding, float. Geser satu pixel saja tampilannya bisa kolaps turun ke bawah. Ada juga, karena belum mengerti penempatan div di tengah, di akalinnya pakai margin-left sampai 300px.

Di web toko elektronik ini, kami juga menyiapkan demo transaksi, dimana user beli barang, masuk ke keranjang, lalu checkout. Tapi yang jelas, hanya mengandalkan javascript. Karena kalau sampai backend, level kami belum sampai situ, dan butuh php serta mySQL untuk menjalankannya. Demi mengejar waktu, diakalin sebisa mungkin agar demonya sukses. Yang gw inget, leader tim gw dan tim sebelah sampai jam 9 malam di kantor untuk coding javascriptnya.

Kami juga menyiapkan presentasi untuk disidang oleh tim reviewer yang berjumlah belasan orang. Termasuk seorang manajer Jepang yang ikut nimbrung.

Presentasi dengan bos Jepang

Pada hari presentasi, kami memakai seragam putih lengan panjang dengan celana bahan hitam, formal. Tim kami adalah tim A, sehingga kami yang maju duluan. Gw menjelaskan fitur demo transaksi.

Setelah semua tim maju, kami diberikan penilaian, dan si bos Jepang juga turut memberikan komentar pada seluruh batch 8. Kata-kata yang gw inget adalah, “marketing tools”, dan “you guys did a good job”. Anyway, that is how it goes. Di sore hari, kita bersantai sejenak, review dan berbicara dengan tim lain. Perjalanan di Transcosmos ini baru saja dimulai.

selanjutnya di Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 2.

2 Balasan untuk “Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 1”

  1. Hallo sobat,
    Perkenalkan sy vincent dari agen property ljhooker semarang..
    Apakah betul perusahaan transcosmos ingin expansi area semarang
    Dan sedang mencari building area lokasi semarang
    Mohon infonya thanks, sobat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.