Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 0.5

Ya, sebelum part 1, ada part 0.5, persisnya ini pengalaman ketika interview sebelum bekerja di Transcosmos Indonesia.

Sabtu Pagi yang Cerah, 2014.

Tanggalnya gw udah lupa. yang jelas, hari itu adalah hari sabtu, selepas gw dan temen-temen kuliah main futsal dan sedang bersantai di kosan teman, tiba-tiba ada yang celetuk : “eh besok senin ada yang mau ikut gw gak walk-in interview di Transcosmos ?”, gw yang waktu itu memang lagi nyari-nyari kerjaan, langsung saja jawab iya.

Singkat cerita, pada hari yang dinanti telah tiba, gw pake baju putih lengan panjang dan celana bahan, juga dasi, formal dah pokoknya.

Kami menuju gedung Sarana Jaya, keamanan disini sangat ketat. Berhubung kantor kedutaan negeri Paman Sam juga bertempat di gedung ini, otomatis tingkat pengamanannya jauh melebihi standar gedung biasa.

Kemudian kami naik ke lantai 5, bertemu satpam, diminta menunggu. Banyak juga yang mengantri untuk di interview.

Stage 1 – HR Interview

Babak pertama yakni interview dengan staff SDM Transcosmos, seorang Pria. Sebelum dimulai, beliau menentukan bahwa interview ini akan menggunakan Bahasa Inggris. Ya meskipun gw cukup percaya diri dengan kemampuan bahasa inggris gw, tapi tetep aja ngomong inggris ke orang yang bukan seseorang yang nativenya berbahasa inggris itu bikin gw agak sungkan.

Singkat cerita, gw salah menyebut ibu gw yang pekerjaannya ibu rumah tangga yang dalam bahasa inggris seharusnya housewife, tapi malah gw sebut housemaid. simple slip of tongue, gave a whole different meaning.

Selesai interview, gw dan temen gw diminta menunggu di aula tempat kumpul dan makan.

Stage 2 – Technical Test

Beberapa saat kemudian, staff HR yang mewawancara gw tadi datang sambil membawa 2 unit laptop.

Technical test ini berupa tes software sederhana, yakni tes penggunaan rumus-rumus matematika dasar di Excel, untungnya gw masi inget rumus-rumus macem average, total, dll. Setelah tes excel, tes berikutnya yakni menyusun satu artikel dalam bahasa inggris, tapi gw lupa temanya apa.

Setelah selesai tes teknikal ini, kami diminta menuju lantai 6, ke sebuah ruangan kosong bersama dengan calon-calon karyawan lainnya.

Stage 3 – Psychological Test

Tes psikologi, seperti biasa, mencari perbedaan gambar, pasangan gambar, tes warteg, tes akademik matematika juga ada. Durasi tesnya kurang lebih 2 jam.

Selesai tes, kami menuju lantai 5 menunggu perintah selanjutnya. Kami disuruh masuk ke sebuah ruang rapat kecil, dan diberitahukan bahwa sesaat lagi interview oleh user orang Jepang.

Stage 4 – User Interview

Interview oleh user, kali ini murni harus pakai bahasa inggris, karena USERNYA ORANG JEPANG. Berhubung kami gak ngerti bahasa Jepang, si nona yamato nadeshiko-san (bukan nama sebenarnya) juga gk ngerti bahasa Indo, ya apa boleh buat. Kami ber 4 bersama temen gw dan 2 orang lainnya mencapai tahap ini.

Langsung saja, si orang Jepang ini meminta kami bercerita sedikit tentang masing-masing, hingga dia menanyakan apa rencanaselanjutnya. Terus terang gw jawab apa waktu itu sudah lupa.

Setelah selesai, si nona Jepang meninggalkan ruangan dan kami diminta menunggu kembali.

Stage 5 – Offering Transcosmos Indonesia

Eng-ing-eng, orang yang berikutnya masuk ke ruangan kami adalah staf HR yang pertama kali mewawancara kami. Beliau memberitahukan bahwa 3 dari kami dinyatakan lulus dan diterima bekerja di Transcosmos. Ya, satu orang malang yang tidak berhasil itu adalah temen gw yang ngajakin walk-in interview ke TCID ini.

Status karyawan adalah karyawan kontrak, dan berhubung ini juga pengalaman kerja pertama gw, jadi ya tidak ada masalah dan gw langsung menyetujui perjanjian tersebut. Kami langsung dibagikan lembaran poin-poin peraturan dan pernyataan persetujuan.

Dan itulah, perjalanan gw melamar di Transcosmos Indonesia, cerita selanjutnya di Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 1.

2 Balasan untuk “Pengalaman Bekerja di Transcosmos Indonesia – Part 0.5”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.