Pengalaman Interview di Kompas Gramedia

Secarik tulisan pengalaman interview kerja di Kompas Gramedia. Tepat pada 2017 Januari gw berhenti kerja dari Transcosmos Indonesia, lalu mulai gerilya mencari kerja, termasuk salah satunya di grup Kompas Gramedia ini.

Interview awal

Selagi asyik browsing lowongan kerjaan di jobstreet, gw menemukan lowongan kerja di Kompas. Posisinya Web Designer, lalu gw pikir, “Kapan lagi dapet kerja di perusahaan mapan, deket pula dari rumah”. Yaa, ini juga doa gw supaya dapat kerja di tempat yang lebih dekat ketika masih kerja di kantor sebelumnya sih.

Tanpa pikir panjang langsung lah apply, waktu itu gw ngelamar pada bulan Februari awal. Lalu pada 28 Februari 2017, dapat undangan interview dengan HR Kompas. Lokasinya di Palmerah, kalo dari rumah cukup naik M11.

Turun di Kompas palmerah barat, bertemu satpam, dari gw berpakaian baju putih lengan panjang celana hitam langsung diarahkan, “Interview ya? Gedung unit 2 ada di belakang.” Jalan kaki sekitar 500m.

interview di kompas, ini gedung palmerah barat
(SS Google Maps) Tampak depan gedung Kompas Palmerah Barat, turun angkot M11 disini.

Menyusuri jalan gelora barat, di kanan kiri gw menemui gedung Kompas TV, sampai Tribunnews. Memang grup media yang besar.

Sampai di gedung belakang yang biasa disebut Palmerah Selatan, langsung masuk dan naik ke lantai 5 bagian PSDM. Tidak lupa menukar KTP dengan kartu Visitor di lobi.

interview di kompas, gedung palmerah selatan
(SS Google Maps) Gedung Palmerah selatan tempat gw di interview, dan psikotes.

Di ruang tunggu ada satu oplah koran Kompas. Berhubung sudah lama tidak baca koran, jadi baca saja.

Tidak lama gw dipanggil untuk sesi tanya jawab. Pertanyaanya sayang gw udah lupa, tapi ya secara umum menanyakan kompetensi, pengalaman, dll. Lalu setelah selesai, dipersilahkan pulang.

Psikotes, user dan manager interview

Psikotes pada 3 Maret 2017, tepat pada hari Jumat, mulainya jam 08.00. Di tes ini ada gambar keppler, wartegg, intelligenz, memory test, pohon. Nah gambar pohon pas di akhir-akhir mau jam 12, jadinya gw gambar pohon gersang karena mau ngejar shalat jumat. Kalo masi sempat mungkin daunnya lebih banyak.

Setelah psikotes, ada user interview dengan atasan gw nantinya. Beliau banyak bertanya tentang pengalaman kerja, bagaimana cara menangani masalah. Lalu yang terpenting, bagaimana menghadapi rekan kerja yang umurnya diatas gw. Selesai user interview, lagi-lagi disuruh pulang.

Undangan berikutnya adalah interview dengan manajemen. gw diwawancara  Direktur Bisnis dan dengan manajer PSDM. Dua-duanya adalah generasi X, otomatis harus berhati-hati gw dalam mengeluarkan statement. Pertanyaannya juga gw udah lupa sama sekali, tapi yang jelas terkait manajemen ya, bukan soal teknis codingan.

Selesai interview, seperti biasa langsung disuruh pulang, sambil menunggu undangan cek medis *kalau* gw lolos tahap ini.

Horor jarum suntik

Kemudian gw dikirimkan email beserta lampiran surat pengantar medical check-up di RS Saint Carolus Salemba. Kompas memang bekerjasama dengan St. Carolus ini untuk medical check-up calon karyawan, termasuk karyawan umur 35 tahun keatas.

Mungkin gw pernah di operasi usus buntu sebelumnya, tapi tetap yang namanya jarum suntik gw paling benci. Hari sabtu di bulan Maret 2017, gw berangkat pakai go-jek.

Sampai disana, naik ke lantai 2 bagian pemeriksaan medis. Pertama adalah tes darah… Period. Malam sebelumnya gw sudah diminta puasa, jadi sekarang ambil darah (cek gula darah puasa). Cuss, tusuk di tangan kanan, sedot sampai 3 vial. Abis itu dikasih sarapan roti, topping pilih sendiri mau coklat atau stroberi, serta teh manis favorit gw.

Lega? BELOM! Masih ada tes-tes lain, masih ada tes darah yang ke-2. Tes lain itu rekam jantung, rontgen, mata, telinga, buta warna, sampai … colok anus (tes ambeyen). Itu semua bagi gw tidak masalah, yang paling gw risih adalah tes darah. Nonetheless, sudah gw lewati semua dan pulang dengan selamat.

Final offering

Gw mendapat telepon dari HRD, intinya, gw diterima! Maka interview berikutnya adalah final offering. Gaji yang lebih besar dari perusahaan sebelumnya, dan bagi gw yang terpenting: lebih dekat ke rumah. Otomatis transport bisa lebih murah dan gak perlu berlama-lama di jalan.

Sekian cerita pengalaman interview gw di Kompas. Ini pengalaman tahun 2017, sekarang? Gw sudah diangkat jadi karyawan tetap, ditempatkan di Divisi Iklan Harian Kompas. Bagaimana ceritanya? Mungkin di lain waktu ^.^ Berikut linknya:

Setahun Pengalaman Kerja di Harian Kompas

Bagi yang mau coba melamar di kompas, bisa coba lewat futuretalent.print.kompas.com.

14 Balasan untuk “Pengalaman Interview di Kompas Gramedia”

  1. Hi mba.. aku juga habis tes mcu untuk seleksi calon karyawan di kompas gramedia. Tapi udah 1 mingguan dari tes mcu, belum juga ada kabar dari hrd nya. Kalo boleh tau, dulu mba dikasitau lolos hasil mcu itu selang brapa hari dari setelah tes ya mba? Soalnya aku lagi harap-harap cemas ni nunggu lolos apa engganya :”)

    1. saya juga baru medical kemarin 12 october 2018 mba. masih menunggu panggilan sudah hampir 4 hari belum ada proses kejelasan untuk selanjutnya apa 🙁

      1. Mas waktu isi formulir pas nama jabatan yang diinginkan ditulis apa ya?? Saya lupa apply untuk posisi apa, karena kebanyakan apply lamaran kesana kemari.

  2. Mau tanya dong, untuk isi formulir lamaran dri KG bagian nama jabatan yang diinginkan itu diisi apa yaa,, karena saya lupa apply untuk apa pas kirim lamaran ke KG,

  3. Hai, izin tanya.. kalau jarak waktu dari kirim lamaran sampai dapat e-mail konfirmasi dari KG kira-kira berapa lama, ya?

  4. Halo, pak. Saya tgl 19/9 ada test psikotest dan interview HRD di kompas. Setelah nunggu lama tidak ada kabar, ternyata saya ditelpon untuk interview user tgl 30/10. Setelah tgl itu blm ada informasi lagi. Kira2 masih ada harapan atau gak ya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.