Review Film Jurassic World Fallen Kingdom (2018)

Jurassic World: Fallen Kingdom, kembali dengan bintang utama Star Lord Chris Pratt yang kesasar masuk ke Jurassic World akibat perbuatan Thanos di Avengers Infinity War.

A Fallen Kingdom, what is left of the Jurassic Park

Film ini mengandung 50% emosional, 25% action, dan 15% horor. Berbeda dengan film-film sebelumnya, horor yang ditayangkan begitu nyata, dimana musuh utamanya adalah dinosaurus raksasa yang siap menerkam manusia yang ditemuinya.

Disini, T-Rex bukan lagi menjadi antagonis, melainkan manusia. Ya, manusia yang maruk yang ingin memanfaatkan dinosaurus-dinosaurus yang terancam gunung api aktif di pulau Isla Nubar. Tapi tetap ada juga musuh dinosaurusnya, tidak lagi besar seperti T-Rex, tapi kecil, lincah, kuat, dan yang penting, cerdas.

Horor yang tidak lagi berasa, dinosaurus yang berharap asa

Horornya sudah tidak lagi berasa seperti Jurassic World sebelumnya, sekarang para penonton digiring untuk bersimpati dengan para dinosaurus. Ada juga beberapa adegan emosional yang sengaja dibangun untuk memberikan kepuasan sweet revenge di akhir film.

Kematian di Jurassic World sudah menjadi hal yang lumrah. Kalau tidak dikunyah dinosaurus, ya paling ditelan hidup-hidup. Biarpun begitu, kita menilainya sebagai suatu hal yang wajar karena anggap saja sebagai “resiko” yang ditanggung bila mau memelihara makhluk sebesar pesawat terbang.

Jurassic World: Fallen Kingdom, cukup untuk sekedar film bioskop

Jangan berharap lebih di Jurassic World: Fallen Kingdom ini, action dan plotnya mudah sekali terbaca. Jadi memang untuk dinikmati layaknya film action bioskop standar.

Bagian akhir film meninggalkan kesan yang nyata. Dan akan menjadi plot utama di Jurassic World 3 nantinya. Yang jelas gw berharap di yang ke-3 bakal lebih besar porsi horornya, as the Jurassic World always meant to be, a dinosaurus horror.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.