Review Film Captain Marvel (2019)

Review Film Captain Marvel (2019)

Satu lagi superhero wanita yang sedang ramai dibahas, Captain Marvel alias Carol Denvers merupakan film superhero Marvel yang diangkat ke layar lebar, baru saja masuk kedalam Marvel Cinematic Universe. Sebagai film penultimate sebelum Arc Thanos selesai di Avengers: Endgame.

Action di Captain Marvel? Standar

Gw bakal menggunakan standar aksi gelut film The Raid 1 dan 2 untuk mengukur seberapa gregetnya adegan baku hantam sebuah film. Hasilnya? Film Captain Marvel, layaknya film superhero lainnya, menawarkan adegan baku hantam yang biasa saja, alias casual. Dan gw juga tidak begitu berharap bakal greget karena film ini memang untuk segala usia.

Gw suka melihat Brie Larson berakting di film ini. Seakan dia seperti aktris Underdog yang sedang berkembang. Dan baju tempur Kree nya ketika berada di tengah-tengah kota manusia jadi terlihat mencolok dan keren. Maklum gw saat kecil senang nonton film/main game superhero yang biasa pakai seragam spandex ketat macam satria baja hitam, power rangers,  Ultraman, Rockman, makanya bagi gw keren.

Cerita Captain Marvel? Kebantu Hype Avengers: Endgame

Barangkali ada alasan kenapa film Captain Marvel ini menawarkan adegan aksi dan cerita yang biasa saja, yakni sebagai [insert trope here] (gw gak tahu istilahnya apa) upaya nanti penonton “merasa” terobati dengan film Marvel yang sedang ditunggu-tunggu, yakni Avengers: Endgame.

Eksplorasi latar belakang karakter Captain Marvel menurut gw tergambar di film ini, dengan baik. Hanya saja untuk membangkitkan emosi penonton, film ini butuh durasi yang lebih lama agar motif pihak-pihak yang bertikai di film ini tergambar dengan baik. Tapi jelas saja, para penikmat komik Marvel sudah lebih dulu tahu bagaimana ceritanya.

Karakter? Terbantu oleh Samuel Leroy Jackson

Salah satu aktor kawakan yang bermain sebagai Nick Fury disini membantu mengangkat suasana film menjadi lebih seru. Jujur saja, gw lebih menikmati adegan Nick Fury dan Carol Danvers berdialog dan bertarung, keduanya punya chemistry yang baik.

Kesimpulannya, gw beri rating film ini 7 dari 10. Gw menikmati filmnya di IMAX Gandaria City, sebenarnya agak menyesal dengan harga 70 ribu hanya untuk menikmati film Superhero “pengisi cerita”, tapi tidak apa-apa, worth it.

“Now that the puzzle is complete, Avengers: Endgame will show the climax and resolution we have been waiting for.”

Foto: RealD 3D

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.