BMW X5 Le Mans dengan pengemudi Hans-Joachim Stuck

BMW X5 LM: Sicko Mode BMW

Jika kita berbicara mengenai tren “SUV modern” (monocoque chassis, fleksibilitas interior seperti mpv, tanpa dilengkapi 4wd yang proper), mayoritas akan menyetujui bahwa BMW-lah yang pertama kali memulainya dengan X5 awal tahun 2000-an dengan kode chassis E53.

Ide ini datang ketika BMW baru saja mengakuisisi Land Rover pada pertengahan tahun 90-an di mana pada saat itu bahkan istilah SUV masih belum banyak dikenal dan identik dengan mobil untuk off road.

Kemudian BMW X5 pun diluncurkan ke pubik yang sampai sekarang kita kenal dengan SUV (atau dalam Bahasa BMW SAV singkatan dari Sport Activity Vehicle) dan membuat banyak pabrikan lain mengeluarkan line up SUV nya.

Seperti Mercedes Benz dengan ML class nya, Audi dengan Q series, Volvo dengan XC series, sampai pabrikan yang belum pernah mengeluarkan mobil dengan ground clearance di atas 200 mm pun ikut serta, Porsche.

Porsche meluncurkan Cayenne dan sebuah istilah baru pun lahir. Super SUV. Andai BMW waktu itu meluncurkan X5 LM untuk produksi massal dan bukan hanya sekedar prototype, scene Super SUV yang kita kenal sekarang pasti tidak akan pernah sama.

Jiwa mesin balap dalam raga mobil keluarga

Hanya BMW yang cukup gila pada waktu itu untuk membuat sebuah SUV yang diisi mesin V12 pemenang balap Le Mans tahun 1999. Mesin 6000cc V12 berkode S70 ini merupakan mesin yang juga digunakan di mobil legendaris McLaren F1 dan mobil balap BMW V12 LMR menghasilkan tenaga sekitar 618 hp.

Angka yang sangat besar ini dirasa kurang dan BMW pun melepas restrictor udara yang terpasang untuk balap Le Mans sehingga output nya menjadi 700 hp.

BMW kemudian membawa X5 bermesin balap ini ke sirkuit Nurburgring Nordschelife dan mencetak rekor lap 7:50 dari 14 lap dengan klaim top speed 309 km/jam oleh Hans-Joachim Stuck.

Sebuah angka yang fantastis dimana X5 prototype ini tidak terlihat seperti sebuah mobil prototype karena selain mesin, transmisi serta ban, X5 ini kurang lebih identik dengan X5 normal pada umumnya.

Dilengkapi fitur layaknya mobil mewah

Bahkan interiornya masih memiliki dashboard bawaan termasuk auto climate control, menunjukkan sebetulnya BMW mampu memproduksi massal mobil ini tanpa banyak perubahan dan seperti yang saya tulis di awal, akan merubah pasar super SUV yang kita kenal.

Sampai sekarang, mobil ini masih tersimpan rapih di markas BMW di Munich bersama dengan mobil BMW lainnya yang bikin “garuk kepala” seperti V12 Z3, V12 LMR dan V16 (ya, ini bukan typo) 7 series.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.