Liputan GIIAS 2017 Bagian 2

Menjelang siang hari, saatnya keluar ruangan pameran GIIAS dan mencari makan siang. Sebenarnya ada kantin nongkrong yang letaknya diluar kompleks ICE. Tapi berhubung gw capek, akhirnya melipir ke food truck di pelataran gedung.

Gw beli ayam krispy 2 potong dengan kentang goreng, gak ada nasi karena habis dan lagi dimasak, males nunggu akhirnya gw beli aja kentang. Total 50 ribu rupiah. Diluar gedung juga banyak event menarik, salah satunya lomba bongkar pasang ban.

 

 

Mushalla tersedia di banyak tempat, ada yang diluar yang dinamai “Mushalla Mobile”, pada dasarnya itu mobil mini-bus yang ada tanki air buat wudhu, sajadahnya gelar di tempat parkir, cukup praktis.

Wuling

Wuling bisa dibilang mem”buka” jalan bagi mobil-mobil negeri tirai bambu memulai kiprahnya jualan mobil di Indonesia. Responnya kebanyakan sudah jelas, wait and see. Orang-orang masih menunggu curahan pengalaman berkendara para pembeli pertama.

Dari perspektif pelanggan, gw melihat Wuling perlu waktu, untuk membuktikan kualitas mobilnya apakah rewel, atau ternyata bagus dan bisa bertahan setidaknya sampai 5 tahun kedepan “hanya dengan mengisi bensin dan mengganti oli”.

 

Lexus

Merek divisi mewah Toyota ini kembali hadir, dan hampir semua mobil yang ditawarkan punya emblem “sport”, yang artinya bila digabung dengan nama Lexus = “hotel berjalan (ngebut)”.

 

Suzuki

Suzuki kali ini membawa Baleno Hatchback, S-Cross, sampai sedan kompak Suzuki Ciaz. Desain khas suzuki, sederhana, minimalis, dan modelnya sesuai selera masyarakat Indonesia pada umumnya.

 

 

Suzuki juga masih mempromosikan Ignis yang ditargetkan untuk kalangan muda yang dinamis, sporty, dan kompak agar sesuai dengan jalan perkotaan yang padat dan sempit. So far, tidak ada yang spesial menurut gw, tapi kesederhanaan dan tidak banyak gimmick ini membuatnya cukup diminati.

Mini

Pabrikan asal Inggris yang sudah dimiliki BMW ini memamerkan line-up mulai dari 3 pintu sampai 5 pintu. Ruangannya juga terpisah sendiri, BMW dan Mini bertempat di tengah gedung ICE, terasa eksklusif.

 

 

Sejak Mini diakuisisi oleh BMW, semua produk Mini mengalami perubahan, BMW menghadirkan teknologi baru dan dengan dimensi yang lebih besar dari Mini yang dulu memang kategorinya mobil Supermini. Makanya gw bilang, Mini sekarang sudah tidak lagi mini.

BMW

Satu ruangan dengan Mini, BMW sudah pasti takterlewatkan. Terkenal dengan mobil-mobilnya yang ber-orientasi sport, bahkan kelas termewahnya pun, seri 7, tidak luput dari kesan sporty.

 

 

Sebenarnya masih banyak mobil – mobil dari merek lain, tapi berhubung di sore hari gw sudah lelah, gw putuskan untuk cukup sampai disini saja.

Total penjualan kendaraan di GIIAS 2017 ini mencapai 21.000 unit bila merujuk pernyataan Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi. Dan sebagian besar disumbang oleh Mitsubishi Xpander yang terjual sebanyak 5.281 unit, alias hampir 1/4 dari total penjualan.

Tapi untuk kedepan ? Mari dilihat bagaimana sepak terjang Mitsubishi mencoba merebut kue pasar Low MPV. Semoga tidak bernasib serupa seperti Mitsubishi Kuda yang mencoba mengusik singgasana raja mobil keluarga dengan tagline “memang tiada duanya” 20 tahun yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.